Meniru binatang
Kumpulkan anak-anak untuk duduk melingkar di atas tikar atau halaman rumput. Anda berdiri di tengah lingkaran dan memberi contoh gerakan ayam dan bebek. Bila Anda menyebut kata "ayam", anak-anak harus meniru gerak dan bunyi ayam jago. "Kepak- kepak kukuruyuk kukuruyuk!". Begitupun ketika Anda mengatakan bebek, anak-anak meniru gerak dan bunyi bebek.
Kumpulkan beberapa anak yang keliru meniru gerak binatang yang disebutkan. Tanpa bermaksud menghukum, mintalah mereka meniru gerak binatang yang mereka sukai. Mintalah anak-anak lain menebak binatang yang mereka peragakan.
Tiup-tiup bubble.
Bagikan balon sabun untuk ditiupi anak-anak bersama-sama. Pusat perhatian dari kegiatan ini bukan pada besarnya balon yang dapat mereka tiup, tetapi memecahkan balon besar yang mereka buat. Permainan ini mengandalkan koordinasi seluruh tubuh.
Merayakan ulang tahun si kecil ternyata harus disesuaikan dengan tahapan usia. Jika tidak, bisa-bisa malah tak bermanfaat.
Ulang tahun selalu ditunggu di kecil. Tak heran bila banyak ibu yang ingin menyiapkan pesta si kecil sebaik-baiknya. Sebenarnya tak terlalu sulit mengadakan pesta ultah anak asal Anda tahu rahasianya. Nah, bagaimana merayakan ultah anak per tahap usia?
ULANG TAHUN PERTAMA: BERSYUKUR
Ulang tahun pertama biasanya menjadi ulang tahun spesial. Selain menandakan 12 bulan kehadiran si kecil, juga menjadi perayaan genap setahun Anda menjadi orang tua. Bisa dibilang, ultah pertama lebih kepada ucapan syukur. Di usia ini, si kecil masih terlalu muda untuk menjadi pusat perhatian. Ia belum bisa menikmati makna pesta sebenarnya.
Jadi, buatlah pesta sesederhana dan sesingkat mungkin. Undang 4 atau 5 teman bayi lainnya beserta orang tuanya, atau sekadar dirayakan seluruh keluarga besar. Carilah meja dan kursi makan kecil agar tamu-tamu kecil dapat mengelilingi meja.
Di atas meja, taruhlah aneka makanan kecil kesukaan anak-anak. Tentu, hidangan untuk para orang tua pun harus disiapkan. Rancang dekorasi dengan aneka balon dan hiasan semarak. Pilih taplak meja bermotif ceria dan sekantung hadiah untuk setiap anak dibawa pulang. Jangan lupa, ingatkan orang tua untuk membawa baju ekstra atau botol susu.
Games yang bisa dilakukan:
1. Buat tema sederhana, misalnya Teddy Bear. Anda bisa minta tiap tamu membawa boneka Teddy Bearnya masing-masing.
2. Games sederhana bisa jadi pilihan, misalnya menangkap balon.
TAHUN KEDUA YANG DITUNGGU
Di usia ini, si kecil sudah cukup tahu dirinya jadi pusat perhatian. Di usia ini, anak juga sudah mulai senang bereksplorasi menikmati pesta ulang tahunnya sendiri. Yang perlu diperhatikan, anak butuh banyak tempat untuk bergerak, mereka gemar berlarian.
Jadi, yang paling baik undang cukup sedikit tamu. Anda juga bisa meminta orang tua atau pengasuh untuk tinggal di pesta, sehingga Anda punya tambahan tenaga untuk menjaga mereka. Jika pesta digelar di rumah, perhitungkan benda-benda yang kemungkinan bisa terguling atau tersenggol anak. Letakkan benda-benda membahayakan - juga berharga - jauh dari jangkauan mereka. Lama pesta sebaiknya tak lebih dari 1,5 jam. Lebih lama akan membuat Anda kelelahan, meski si kecil mungkin masih segar bugar.
Sebagian besar anak usia 2 tahun mau duduk di meja dengan tenang paling lama sekitar 15 atau 20 menit. Untuk membuatnya nyaman dan aman, gunakan meja dan kursi kecil.
Games yang bisa dilakukan:
1.l Pilih games yang banyak menggunakan musik, nyanyian, serta menari.
2. Jika ruangan cukup lebar, bisa memilih permainan dengan mainan anak, entah mobil-mobilan, kereta, ayunan, kolam renang buatan, dan sebagainya. Anda juga bisa meminjam mainan serupa dari teman-teman si kecil untuk menghindari anak berebut mainan.
3. Segera simpan hadiah ulang tahun atau mainan si kecil dari mata para tamu jika memang si kecil tak mau berbagi dengan orang lain.
4. Boks kardus besar bisa jadi tempat ideal untuk membangun rumah-rumahan atau terowongan.
5. Pilih aktivitas atau permainan yang sedikit memerlukan gerak di akhir acara, seperti menggambar atau mewarnai. Ini akan memberi kesempatan si kecil untuk menenangkan diri setelah banyak bergerak.
TAHUN KETIGA YANG CERIA
Di usia ini, anak sudah bisa mengemukakan ide tentang pesta seperti apa yang ia inginkan. Ia juga sudah bisa sedikit memahami apa manfaat perayaan istimewa itu buat dirinya. Sebagian besar anak usia ini bisa menjalani pesta hingga 2 jam. Namun, meski anak sudah bisa meladeni dirinya sendiri, pastikan Anda punya banyak tenaga bantuan untuk mengawasi mereka. Paling sedikit seorang dewasa untuk 4 anak. Mintalah orang tua masing-masing anak untuk mengawasi anak-anak mereka. Umumnya, anak 3 tahun lebih suka dibiarkan sendiri tanpa ayah-ibunya. Namun, sebaiknya tetap awasi mereka, siapa tahu ada yang malu atau merasa tak percaya diri dan butuh pertolongan.
Games yang bisa dilakukan:
1. Anak 3 tahun mulai tertarik pada pakaian, jadi kenapa tidak membuat permainan "pesta topi"? Anda bisa menyediakan topi lucu untuk para undangan atau cantumkan sebagai dress code.
2. Anak usia ini juga siap untuk permainan seperti bisikan berantai, saling memberikan parsel, ataupun tebak-tebakan.
3. Jika mereka masih punya banyak energi dan Anda punya ruangan cukup luas, ajak mereka dalam permainan memecah balon. Jangan lupa, segera singkirkan balon yang telah meledak.
EMPAT TAHUN YANG MENAKJUBKAN
Si empat tahun biasanya punya pesta yang lebih berseni. Mereka bermain dan menikmati games bersama-sama. Usia ini merupakan saat tepat memberikan pesta bertema. Misalnya pesta bajak laut, pesta peri, pesta disney, pesta binatang ataupun tema sepakbola. Untuk memberi mereka kebebasan, sediakan halaman di luar sebagai tempat pesta.
Undangan sebaiknya diset sesuai tema. Jika Anda tidak menemukan desain sesuai di toko, cobalah membuatnya sendiri (si kecil biasanya senang bila diminta membantu). Pilih taplak meja, dekorasi, dan balon-balon sesuai tema. Games sesuai tema juga dapat membuat pesta semakin semarak. Begitu juga makanan dan kue sebaiknya disesuaikan dengan tema.
Sebagian besar anak usia ini sangat menyukai memakai baju pesta meriah. Nah, melukis wajah bisa jadi alternatif mudah. Misalnya pesta bertema dongeng atau Indian. Setiap tamu dilukis wajahnya. Jangan lupa sediakan hiasan rambut berbulu khas
Indian
Games yang bisa dilakukan:
1.l Permaian tokoh kartun. Misalnya, tema Micky Mouse, dekorasi dibuat seperti rimba. Minta salah seorang anak berperan dan berkostum sebagai Micky Mouse.
2. Anda bisa mengadakan fashion show dan memilih kostum terbaik yang dipakai anak.
SI LIMA TAHUN YANG BERSEMANGAT
Di usia 5 tahun, anak biasanya punya ide nyata tipe pesta yang ia sukai. Bicarakan langsung dengannya rencana pesta Anda. Ini akan membuat anak merasa istimewa, karena menyadari pesta itu buah pendapatnya.
Di usia ini, Anda bisa mengundang teman-teman sekolahnya. Namun, jika bujet tidak memungkinkan dan ruangan tidak menunjang, tak harus mengundang semuanya. Jangan merasa terganggu hanya karena Anda tak mengundang semua teman anak. Anda bisa mengirim undangan lewat pos, sebaiknya jangan undang mereka person to person.
Jika Anda tak yakin mampu mengorganisir anak-anak usia 5 tahun, ada baiknya meminta bantuan organizer. Pastikan memilih organizer yang sesuai usia anak (dan rata-rata tamu yang datang). Yang terbaik adalah melalui rekomendasi. Pastikan mereka dipesan sebulan di muka untuk menghindari kekacauan.
Cek biaya, apa saja yang akan ter libat, berapa lama pesta dan berapa banyak ruangan dibutuhkan. Pastikan Anda mendapat gambaran jelas, bagaimana mereka akan menyelenggarakan pesta yang berkesan. Dan ingatlah untuk mengonfirmasi ulang beberapa hari sebelum pesta berlangsung.
Games yang bisa dilakukan:
1. Permainan di kolam renang bisa menjadi pilihan. Jika Anda tak punya kolam renang, Anda bisa menyewa. Pengelola kolam renang biasanya menawarkan ruang untuk makan-minum serta melakukan games. Anda bisa melakukan pesta putri duyung, misalnya. Jangan lupa, di kartu undangan, cantumkan agar para tamu membawa baju renang dan baju ganti. Yang harus diperhatikan, Anda butuh kehadiran banyak orang dewasa untuk mengawasi anak bermain di kolam renang. Jangan lupa, lakukan pengecekan bersama penjaga kolam renang untuk memastikan keamanan. Anda juga butuh tenaga tambahan untuk menolong para tamu kecil dalam ruang ganti.
2. Pesta camping di kebun belakang bisa jadi alternatif. Buat tenda-tenda dan atribut camping lainnya. Bisa pula dilakukan di dalam rumah. Set rumah bersuasana hutan dengan banyak tumbuhan. Permainan bisa disesuaikan dengan saat seperti berkemah.
3. Pilihan lainnya melakukan pesta jauh dari rumah. Di restoran, jalan-jalan ke museum, ke bioskop, gelanggang olahraga, atau kebun binatang. Usai melihat-lihat binatang, istirahat di bawah pohon sambil mendongeng tentang asal muasal binatang, tebak-tebakan tentang binatang sambil menikmati hidangan yang dibawa.
5/13/2011
4/06/2011
TIPS ILMU BERKAH DAN MANFAAT

Pada tulisan kali ini saya akan mencoba menyampaikan etika-etika dasar dalam mencari ilmu yang saya kutip dari buku “Tips Belajar Para Ulama”, terjemahan dari dua buah buku “Adabu Tholib al-’Ilm” karya Dr. Anas Ahmad Karzun dan “Kaifa Tathlub al-’Ilm” karya Dr. ‘Aidh al-Qorni, MA. Ada 13 etika dasar mencari ilmu yang disampaikan oleh Dr. Anas Ahmad Karzun dalam buku tersebut, yang dalam tulisan ini akan saya sampaikan ringkasannya (dengan sedikit perubahan redaksi, tapi sama sekali tak mengubah isi) sebagai berikut:
1. Ikhlas
Hal pertama yang harus digunakan sebagai senjata dan tolak ukur bagi penuntut ilmu adalah ikhlas karena Allah ta’ala, baik dalam ucapan maupun perbuatan. Sebab, Allah tidak akan menerima amal kecuali didasari ikhlas karena-Nya. Allah ta’ala berfirman yang artinya:
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (TQS. Al-Bayyinah [98] : 5)
Bila penuntut ilmu mengikhlaskan amalnya karena Allah, niscaya ia akan mendapatkan pahala yang besar, usahanya akan diberkahi dan ia akan mendapatkan kemuliaan yang diberikan oleh Allah kepada ilmu, ulama dan siapa saja yang menempuh jalan mereka.
2. Beramal dengan ilmu dan menjauhi maksiat
Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang disertai amal. Sedangkan, orang yang berilmu tapi tidak mengamalkan ilmunya, kelak pada hari kiamat ia akan ditanya tentang ilmunya. Allah ta’ala berfirman yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan.” (TQS. Ash-Shaff [61] : 2-3)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan serta tentang badannya untuk apa ia gunakan.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, ia berkata, “Hadits hasan shahih” Sunan at-Tirmidzi no. 2418, Kitab Shifat al-Qiyamah)
Begitu juga, seorang penuntut ilmu harus menundukkan nafsunya dengna meninggalkan kemaksiatan. Sebab, hal itu akan membantunya untuk mendapatkan barakah ilmu dan cahayanya serta keikhlasan di dalam mencarinya.
3. Tawadhuk
Tawadhuk merupakan sifat orang beriman yang paling menonjol secara umum dan para penuntut ilmu secara khusus. Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk bersikap tawadhuk, rendah hati dan berperangai lembut (lihat QS. Asy-Syu’ara [26] : 215). Allah juga menjelaskan bahwa sikap sombong dan merasa lebih dari orang lain merupakan dua sifat yang dimurkai dan dilarang oleh Allah (lihat QS. Luqman [31] : 18).
Para penuntut ilmu hendaknya tetap berpegang teguh dengan sifat tawadhul serta mewaspadai sifat ujub dan merasa bangga dengan ilmu yang diberikan Allah kepadanya. Begitu pula, hendaklah ia mengetahui kemampuan dirinya dan tahu bahwa ia masih dalam taraf menuntut ilmu, meskipun ia telah mencarinya secara mendalam. Jangan sampai ia menyangka bahwa dirinya telah menjadi alim lalu merasa cukup dan berhenti menuntut ilmu.
4. Menghormati ulama dan majlis ilmu
Diantara adab atau etika seorang penuntut ilmu adalah menghormati ulama, bersikap tawadhuk kepada mereka, memelihara kehormatan mereka dan berhati-hati jangan sampai berbuat buruk kepada mereka atau merendahkan kemampuan mereka. Sebab, orang yang berilmu memiliki kemuliaan yang agung dan kedudukan yang besar. Allah telah mengangkat kemampuan mereka dan meninggikan kedudukan mereka.
Salah satu hadits yang menganjurkan untuk menghormati dan tidak menyakiti ulama adalah sebagai berikut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Allah ‘azza wa jalla berfirman, ‘Barangsiapa yang menyakiti wali-Ku, maka Aku telah umumkan perang kepadanya.’” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Kitab ar-Riqoq, Bab at-Tawadhdhu’ (VII/190))
Khatib al-Baghdadi telah meriwayatkan dari imam asy-Syafi’i dan Abu Hanifah rahimahumallah, keduanya berkata, “Kalaulah ulama itu bukan wali Allah, niscaya Allah tidak akan memiliki wali”.
5. Sabar dalam menuntut ilmu
Seorang hamba membutuhkan kesabaran dalam ketaatan kepada Allah, baik sebelum melaksanakan ketaatan tersebut dengan memperbaiki niat dan memutus segala sesuatu yang menyibukkannya dari ketaatan tersebut, ataupun saat melaksanakan ketaatan agar Allah ta’ala menyertai amalnya sehingga amal tersebut bisa dikerjakan dengan optimal.
Tidak diragukan lagi bahwa diantara ketaatan yang urgen yang membutuhkan kesabaran adalah menuntut ilmu dalam rangka mencari keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala. Terutama dikarenakan nafsu manusia cenderung untuk bersantai dan bermalas-malasan. Sedangkan, menuntut ilmu membutuhkan usaha yang besar, berat, begadang (mengurangi jatah tidur), meninggalkan sikap berlebihan terhadap dunia, bersafar untuk mencarinya, bertemu dengan para ulama, senantiasa melakukan tanya jawab, menghafal, mengikuti, dan lain sebagainya.
6. Berlomba dalam menuntut ilmu
Setiap kali seorang penuntut ilmu mendalami ilmu dan pintu-pintunya terbuka untuknya, niscaya ia akan menambahnya, berkompetisi dalam mencarinya, dan berusaha untuk memilikinya.
Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berdoa untuk mendapatkan tambahan ilmu. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan katakanlah, ‘Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan’.” (TQS. Thaha [20] : 114)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menganjurkan untuk memperkaya diri dengan ilmu dan tetap bersemangat berbekal diri dengan ilmu selama usia masih ada hingga ia bisa menggapai surga. Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda yang artinya, “Seorang mukmin tidak akan pernah kenyang dengan kebaikan yang ia dengar, sehingga puncaknya adalah (ia memasuki) surga.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2686, ia berkata, “Hadits ini hasan gharib”)
7. Jujur dan amanah
Seorang penuntut ilmu hendaknya memiliki sifat jujur dan amanah ketika menuntut ilmu dan mengajarkannya kepada manusia. Ia juga harus menjauhi pembelaan terhadap permasalahan apa saja yang bertentangan dengan kebenaran. Bila ia lupa dalam suatu perkara kemudian tampak kebenaran dihadapannya, maka ia harus segera kembali kepada kebenaran tanpa mencelanya agar ia tidak menjadi orang yang berkhianat terhadap ilmunya.
Diantara hal yang perlu dikritisi dari sebagian penuntut ilmu adalah peremehan mereka dalam mengeluarkan fatwa hanya karena telah mentelaah sebagian dari hukum-hukum syar’i. Bahkan, diantara mereka ada yang mengira bahwa ia telah menjadi orang yang ahli dalam berfatwa dan mengoreksi perkataan para fuqaha ataupun membantahnya.
Para salafush shalih rahimahumullah sangat teliti dan hati-hati dalam berfatwa kepada manusia karena takut kalau ada diantara mereka yang salah, mengeluarkan ucapan tentang Allah tanpa ilmu, atau menisbahkan sesuatu yang tidak ada dalam syari’at. Mereka menolak untuk berfatwa, padahal kemampuan mereka sangat tinggi dan keilmuan mereka sangat dalam.
8. Menyebarkan ilmu dan mengajarkannya
Diantara adab yang wajib dilakukan oleh seorang penuntut ilmu syar’i adalah menyebarkan ilmu di antara manusia, tidak menyembunyikannya dan tidak pula kikir dengan ilmu. Allah subhanahu wa ta’ala telah memperingatkan orang yang menutupi ilmu dan mengancamnya dengan siksaan. Allah ta’ala berfirman yang artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati.” (TQS. Al-Baqarah [2] : 159)
Seorang penuntut ilmu syar’i hendaknya bersemangat dalam menyebarkan ilmu kepada manusia, mengingatkan mereka dengan urusan agama, memperingatkan dari kelalaian dan kemaksiatan serta mengajarkan hukum halal dan haram. Seorang penuntut ilmu juga harus menyeru di jalan Allah dengan benar, terutama kepada keluarga, kerabat, tetangga dan umumnya kaum muslimin yang berada di sekitarnya dengan penuh hikmah dan nasihat yang baik, tidak takut dalam dakwahnya terhadap celaan para pencela.
9. Zuhud
Allah subhanahu wa ta’ala telah menjadikan dunia sebagai ladang beramal untuk kampung akhirat dan memerintahkan kita untuk memakmurkannya dengan amal shalih.
Hendaknya seorang penuntut ilmu menyiapkan dirinya di dunia ini seperti orang asing di negeri perantauan. Ia akan melihat apa yang bermanfaat baginya di negeri akhirat dan bersungguh-sungguh untuk meraihnya. Ia juga akan melihat hal-hal yang akan menyibukkannya dan menghalang-halanginya dari akhirat sehingga ia bisa menjauhinya.
Seorang penuntut ilmu juga hendaknya berhias dengan zuhud terhadap dunia, tidak berlebihan dalam menikmati kemewahan yang bisa melalaikannya dari menuntut ilmu, meninggalkan kehidupan glamor dan kemewahan yang bisa membuat jiwa terlena dan hati sibuk.
10. Mengoptimalkan waktu
Waktu itu lebih mahal daripada emas, karena waktu adalah kehidupan. Seorang penuntut ilmu tidak boleh menyia-nyiakan waktunya hanya untuk bercanda dan bermain. Sebab, ia tidak akan bisa mengganti kesempatan yang telah berlalu dan kesempatan itu juga tidak akan menantinya. Begitu juga, barangsiapa yang tidak memanfaatkan waktunya, niscaya penderitaannya akan berkepanjangan, sebagaimana orang yang sakit akan terus menderita menanti datangnya waktu sehat dan semangat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam bab ar-Riqoq (VIII/180)
11. Mendiskusikan ilmu agar tidak lupa
Hikmah Allah subhanahu wa ta’ala menghendaki bahwa lupa adalah tabiat manusia serta menjadikan kemampuan intelektual dan daya ingat mereka berbeda-beda. Hal ini memiliki beberapa hikmah, diantaranya: sifat lupa akan memacu seorang penuntut ilmu untuk mendiskusikan ilmu dan mengulangi pelajarannya dari waktu ke waktu. Dengan begitu, ia akan mendapatkan pahala dan derajat di sisi Allah subhanahu wa ta’ala, menambah pemahamannya, dan membandingkan antara yang ia pahami dengan apa yang ia hafal. Sehingga hal tersebut akan melekat kuat di dalam benaknya.
Dari ‘Ali ibn Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Saling mengunjungilah dan diskusikanlah hadits. Janganlah kalian membiarkan ilmu itu hilang.”
12. Menjaga wibawa dan rasa malu
Wibawa dan rasa malu merupakan sifat yang harus dimiliki oleh seorang penuntut ilmu untuk membedakan antara dirinya dengan selainnya. Jangan sampai ia terlena dengan orang lain dan tidak menyibukkan diri dengan perkara-perkara sepele yang dapat menjatuhkan kedudukan dan kewibawaannya. Hendaklah ia berhias dengan adab dan keindahan ilmu serta menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat.
Khatib al-Baghdadi rahimahullah berkata, “Hendaklah orang yang mencari hadits menjauhi sikap main-main, bergabung dengan majlis omong kosong, gelak tertawa, dan canda secara berlebihan. Sebab, yang diperbolehkan adalah canda ringan dan jarang-jarang dilakukan serta tidak keluar dari batasan etika dan ilmu. Adapun seseorang yang terus-menerus bercanda, berkata kotor, bertindak bodoh yang membuat sesak dada dan menimbulkan kejahatan, maka hal itu adalah tercela. Banyak canda dan tertawa akan menjauhkan wibawa seseorang dan menghilangkan harga dirinya.
13. Persahabatan yang baik
Teman yang baik adalah teman yang bisa mendatangkan manfaat di dunia dan akhirat. Sedangkan, persaudaraan yang tegak diatas kecintaan karena Allah dan saling menasihati dalam kebaikan dan ketakwaan, maka ia adalah persaudaraan yang kekal abadi. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menekankan untuk memilih teman yang baik dan mengambil manfaat dari pergaulan yang baik itu. Beliau bersabda yang artinya, “Seseorang itu akan mengikuti agama temannya, maka hendaklah seorang diantara kalian melihat kepada siapa ia berteman.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2379, ia berkata, “Hadits ini hasan”. Abu Dawud no. 4833, dan selain keduanya).
Seorang penuntut ilmu sangat perlu untuk memilih teman yang baik yang akan mengajaknya untuk bersabar dalam menuntut ilmu, mengingatkannya tatkala lupa, menasihatinya ketika salah, dan mengarahkannya ketika tersesat.
3/28/2011
KEAJAIBAN MANUSIA

1. The Golden Ratio
Setiap bagian tubuh manusia ternyata merupakan hitungan matematika. Believe it or not, Fibonacci numbers yang kita jumpai di buku Da Vinci Code, ternyata juga ada di tubuh kita sendiri. Bilangan Phi (1:1,618) adalah angka yang akan kita dapatkan setiap kali kita mengukur setiap inci tubuh kita. Coba deh perhatikan ruas jari tangan kita. Ruas kedua dari ujung berukuran 1,618 kali lebih panjang dari ruas terujung, begitu seterusnya. Rumus phi ini juga kita temui di wajah kita. Panjang hidung kita berbanding 1:1,618 dibanding lebar mulut dari ujung ke ujung. Gigi terdepan dengan gigi di sebelahnya juga berukuran 1,1618 kali lebih besar. Inilah yang disebut dengan The Golden Ratio.
2. Sidik Lidah
Selain sidik jari, ternyata lidah kita juga mempunyai pattern unik yang tidak dimiliki orang lain. Hmm, jangan-jangan di masa depan kita akan bikin paspor dengan sidik lidah, nih. Hehehe…
3. Hidup dan Mati
Saat kita membaca tulisan ini, sebenarnya sedang ada sekitar 50 ribu sel yang mati di dalam tubuh kita. Tapi, di saat yang sama, lahir pula 50 ribu sel baru yang menggantikannya (kecuali di otak, yang tidak bisa menumbuhkan sel baru). Wow, ternyata tubuh kita aktif banget, ya? Di saat yang sama, untuk mencerna isi kalimat ini, pesan tersebut disampaikan ke otak dengan kecepatan mencapai 250 mil per jam!
4. Tempat Tinggal Bakteri
Satu orang manusia mempunyai organisme hidup yang lebih banyak daripada jumlah seluruh manusia di bumi. Soalnya, dalam 1 inci tubuh manusia, ternyata merupakan tempat tinggal bagi kira-kira 32 juta bakteria!
5. Kepanasan atau Kedinginan
Pernah makan makanan panas dan dingin, kan? Seberapa pun panas atau dinginnya makanan tersebut, tapi lidah kita masih bisa menerimanya, tuh. Hal ini disebabkan karena mulut kita menyesuaikan suhu makanan tersebut menjadi suhu normal, sehingga akhirnya bisa kita telan. Maksudnya, si mulut akan mendinginkan si makanan panas, dan menghangatkan si makanan dingin. Wah, ternyata mulut kita tak ubahnya seperti microwave dan kulkas, nih.
6. Anti Keriput
Selain bisa menghilangkan stress, ternyata tertawa juga bisa menguatkan sistem kekebalan tubuh, lho. Dan, menurut penelitian, anak-anak tertawa sekitar 300 kali setiap harinya, sementara orang dewasa cuma 15-100 kali saja tertawa. Ck ck ck, apa hidup mereka sedemikian beratnya, ya? Hehehe… Dan, nggak heran juga kalau orang dewasa itu jadi cepat terlihat tua. Soalnya, setiap 2000 kali wajah kita berkerut (misalnya karena kesal atau cemberut), maka muncullah segaris keriput. Makanya, jangan malas tertawa!
7. Self-healing
Tubuh kita ternyata tak ubahnya seperti Claire Bennet di serial Heroes yang bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Soalnya, setiap luka kita pasti akan sembuh, dan tubuh kita mempunyai ”keajaiban” untuk membentuk bagian tubuh yang baru. Misalnya nih, kaki kita terluka dalam karena tersandung batu. Lama-kelamaan, sel-sel di tubuh akan membentuk jaringan daging dan kulit baru untuk menutupi bekas luka tersebut. Namun demikian, ternyata ada satu bagian tubuh yang nggak bisa menyembuhkan dirinya sendiri lho, yaitu gigi. Kalau gigi tetap kita copot, jangan harap akan tumbuh gigi baru.
sumber email
3/24/2011
KODRAT PEREMPUAN

Suatu ketika, seorang anak bertanya kepada ibunya, “Ibu, mengapa ibu menangis?” Ibunya menjawab, “Sebab ibu adalah perempuan, nak.”
“Saya tak mengerti ibu,” kata si anak. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
“Nak, kau memang tak akan mengerti…”
Kemudian si anak bertanya kepada ayahnya. “Ayah, mengapa ibu menangis?”
“Ibumu menangis tanpa sebab yang jelas.” sang ayah menjawab.
“Semua perempuan memang sering menangis tanpa alasan.”
Si anak membesar menjadi remaja, dan dia tetap terus bertanya-tanya, mengapa perempuan menangis? Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa perempuan mudah menangis?”
Dalam mimpinya ia merasa seolah mendengar jawabannya:
“Saat Ku ciptakan wanita, saya membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
“Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali menerima cerca dari si bayi itu apabila ia telah membesar.
“Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.
“Ku berikan kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walau dia sendiri letih, walau sakit, walau penat, tanpa berkeluh kesah.
“Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada anak-anak yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.
“Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.
“Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyedarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai isterinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.
“Dan akhirnya, Kuberikan ia air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kepada wanita, agar dapat ia gunakan bila masa pun ia inginkan. Ini bukan kelemahan bagi wanita, kerana sebenarnya air mata ini adalah “air mata kehidupan
subhanallah,
makhluk ciptaan Allah yg sempurna.
Air mata menjadi fitrah seorang wanita. Namun bukan berarti dengan fitrah itu akan menjadikan wanita lemah. Akan tetapi sebaliknya, justru dibalik fitrah wanita itulah tersimpan energi sebagai sumber kekuatan, cahaya dan pelindung bagi putra-putrinya.
^_^
3/23/2011
ETIKA BEKERJA

Jansen Sinamo, Sang Bapak Etos sekaligus Penulis 8 ETOS KERJA PROFESIONAL : navigator Anda menuju sukses, mengatakan dalam buku barunya tersebut bahwa manusia itu pada dasarnya adalah pencari kesuksesan. Arti sukses itu sendiri dipandang relatif oleh sebagian masyarakat dari segi pencapaiannya, namun ada satu hal yang tetap dilihat sama oleh masyarakat dari zaman apapun yakni cara untuk mencapai kesuksesan dengan 8 etos kerja berikut ini:
1. Kerja adalah Rahmat : Bekerja Tulus Penuh Syukur.
Bekerja adalah rahmat yang turun dari Tuhan, oleh karena itu harus kita syukuri. Bekerja dengan tulus akan membuat kita merasakan rahmat lainnya sebagai berikut:
1. Kita dapat menyediakan sandang-pangan untuk keluarga kita dengan gaji yang kita dapat.
2. Kita diberi kesempatan untuk bisa bergaul lebih luas serta meningkatkan kualitas diri ke tingkat yang lebih tinggi hingga kita bisa tumbuh dan berkembang.
3. Kita bisa memaksimalkan talenta kita saat bekerja.
4. Kita bisa mendapatkan pengakuan dan identitas diri dari masyarakat dan komunitas.
2. Kerja adalah Amanah : Bekerja Benar Penuh Tanggung Jawab.
Amanah melahirkan sebuah sikap tanggung jawab, dengan demikian maka tanggung jawab harus ditunaikan dengan baik dan benar bukan hanya sekedar formalitas. Rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan yang didelegasikan kepada kita akan menumbuhkankehendak kuat untuk melakasanakan tugas dengan benar sesuai job description untuk mencapai target yang ditetapkan.
3. Kerja adalah Panggilan : Bekerja Tuntas Penuh Integritas.
Dalam konteks pekerjaan, panggilan umum ini memiliki arti bahwa apa saja yang kita kerjakan hendaknya memenuhi tuntutan profesi. Profesi yang kita jalani untukmenjawab panggilan kita sebagai akuntan, hakim, dokter, dsb. Agar panggilan dapat diselesaikan hingga tuntas maka diperlukan integritas yang kuat karena dengan memegang teguh integritas maka kita dapat bekerja dengan sepenuh hati, segenap pikiran, segenap tenaga kita secara total, utuh dan menyeluruh.
4. Kerja adalah Aktualisasi : Bekerja Keras Penuh Semangat.
Aktualisasi adalah kekuatan yang kita pakai untuk mengubah potensi menjadi realisasi. Tujuan dari sikap aktual ini adalah agar kita terbiasa bekerja keras dan selalu tuntas untuk mencapai mimpi dan keinginan kita tanpa merubah diri kita menjadi pecandu kerja. Ada tiga cara mudah untuk meningkatkan etos kerja keras, yaitu:
1. Kembangkanlah visi sebagai ilham untuk bekerja keras.
2. Kerja keras merupakan ongkos untuk mengembangkan diri kita.
3. Kerja keras itu baik, menyehatkan dan menguatkan diri kita.
5. Kerja adalah Ibadah: Bekerja Serius Penuh Kecintaan.
Segala pekerjaan yang diberikan Tuhan kepada kita harus kita syukuri dan lakukan dengan sepenuh hati. Tidak ada tipe atau jenis pekerjaan yang lebih baik dan lebih rendah dari yang lain karena semua pekerjaan adalah sama di mata Tuhan jika kita mengerjakannya dengan serius dan penuh kecintaan. Berbekal keseriusan itu maka hasil yang akan kita peroleh juga akan lebih dari yang kita bayangkan, begitu pula jika pekerjaan yang kita lakukan didasarkan oleh rasa cinta. Seberat apapun beban pekerjaan kita, berapapun gaji yang kita dapatkan dan apapun posisi yang kita pegang akan memberikan nilai moril dan spirituil yang berbeda jika semua didasari dengan rasa cinta. Jadi ingat, bekerja serius penuh kecintaan akan melahirkan pengabdian serta dedikasi terhadap pekerjaan.
6. Kerja adalah Seni : Bekerja Cerdas Penuh Kreatifitas.
Bekerja keras itu perlu, namun bekerja dengan cerdas sangat dibutuhkan. Kecerdasan disini maksudnya adalah menggunakan strategi dan taktik dengan pintar untuk mengembangkan diri, memanfaatkan waktu bekerja agar tetap efektif dan efesien, melihat dan memanfaatkan peluang kerja yang ada, melahirkan karya dan buah pikiran yang inovatif dan kreatif. Hasilnya, tentu saja daya cipta kita bukan hanya disenangi oleh pemimpin perusahaan tetapi juga oleh orang lain karena semua yang kita hasilkan itu adalah karya seni.
7. Kerja adalah Kehormatan: Bekerja Tekun Penuh Keunggulan.
Kehormatan diri bisa kita dapatkan dengan bekerja. Melalui pekerjaan, maka kita dihormati dan dipercaya untuk memangku suatu posisi tertentu dan mengerjakan tugas yang diberikan kepada kita termasuk segala kompetensi diri yang kita miliki, kemampuan dan kesempatan dalam hidup. Rasa hormat yang terbentuk dalam diri kita akan menumbuhkan rasa percaya diri yang akan meningkatkan keinginan kita untuk bekerja lebih tekun.
8. Kerja adalah Pelayanan : Bekerja Paripurna Penuh Kerendahan Hati.
Tahukah Anda kalau ternyata hasil yang kita lakukan dalam bekerja bisa menjadi masukan untuk orang lain dan begitu pula sebaliknya. Sehingga dari proses tersebut kita telah memberikan kontribusi kepada orang lain agar mereka bisa hidup dan beraktivitas dengan lebih mudah. Jadi, bekerja juga bisa kita golongkan sebagai salah satu bentuk pelayanan kita terhadap orang lain.
TIPS TIDUR SEHAT

Tak semua orang bisa tidur cukup. Akibatnya, mereka mengantuk dan tak bisa berprestasi maksimal di tempat kerja atau sekolah keesokan paginya.
Berikut ini sejumlah kebiasaan sehat yang bisa mendorong kebiasaan tidur sehat:
1. Ciptakan lingkungan yang kondusif
Singkirkan benda-benda seperti radio dan televisi dari kamar tidur. Kamar adalah tempat untuk tidur, bukan menonton televisi. Orang akan mudah tertidur ketika ruangan lebih dingin dibandingkan hangat. Karena itu, ciptakan ruangan yang sejuk.
Matikan lampu, karena otak lebih mudah mempersiapkan tubuh untuk tidur di ruangan gelap. Pastikan seprei selalu bersih. Bantal, guling, dan kasur juga harus nyaman agar kita bisa tidur nyenyak.
2. Atur waktu tidur dan bangun yang konsisten
Setiap orang punya jam biologis yang mencatat dan melacak pola tidur. Ketika tubuh punya pola tidur teratur, otak secara otomatis akan mengirim sinyal ke tubuh untuk rileks dan pergi tidur. Tubuh pun secara otomatis akan bangun ketika sudah cukup mendapatkan istirahat.
3. Jauhi obat tidur
Jauhi kafein dan nikotin di malam hari karena dapat mengganggu istirahat. Kafein adalah stimulan yang mengaktifkan otak, sedangkan nikotin mempercepat metabolisme, sehingga tubuh Anda tetap energik. Pilihlah susu atau cokelat hangat sebelum pergi tidur.
4. Olahraga teratur
Hindari olahraga berat dekat dengan waktu tidur karena peningkatan temperatur tubuh akan membuat Anda terus terjaga. Idealnya, olahraga dilakukan 4-6 jam sebelum pergi tidur. Supaya tetap sehat dan tidur nyenyak, gerakkan tubuh 20 menit sehari.
5. Turunkan suhu tubuh
Orang cenderung cepat jatuh tertidur ketika suhu tubuhnya menurun. Jadi, sebenarnya mandi air panas sebelum tidur justru tidak mempercepat tidur.
6. Jangan paksa diri untuk tidur.
Jika tak bisa tidur, coba keluar dari kamar dan lakukan sesuatu yang lama-kelamaan membuat Anda mengantuk. Contohnya menonton televisi, membaca, atau mendengarkan musik yang lembut. Segera kembali ke kamar ketika kantuk mulai menyerang.
7. Hindari tidur siang.
Tidur siang dapat mengganggu pola tidur Anda. Tidur siang menjamin Anda mendapatkan cukup istirahat hari itu, sehingga malam Anda jadi terjaga
ETIKA ( ADAB) BANGUN DARI TIDUR

Rasulullah SAW bersabda : “ Setan membuat tiga ikatan pada tengkuk salah seorang dari kalian ketika kalian tidur. Ia pukulkan pada tiap tempat ikatan itu ucapan “Malam masih panjang, tidur sajalah!”. Jika kalian bangun lalu berdzikir kepada Alloh, maka lepaslah satu ikatan. Jika kalian lanjutkan berwudhu’, maka terurailah ikatan yang kedua. Dan jika kalian sholat, maka lepaslah ikatan yang ketiga. Karenanya, pagi hari kalianpun bersemangat dan menjadi baik kondisi kejiwaan kalian. Sebaliknya jika tidak, kalianpun menjadi malas dan buruk kondisi jiwa kalian.” (HR. Bukhori Muslim)
Adapun adab (etika) setelah bangun tidur adalah sebagai berikut:
Mengucapkan doa kesyukuran kepada Allah s.w.t. kerana Allah masih memanjangkan umurnya untuk hidup. Mengucapkan ‘La Ilaha illa Allah’, lalu Alhamdulillah’ 3 kali, dan Alhamdulillahi alladzi ahyana ba`da ma amatana wa ilayhi an-nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kita setelah kematian kita, dan kepada-Nyalah kita akan kembali). [Bukhari, Abu Dawud, dan lainnya]
Jika bermimpi yang menggembirakan, maka diperbolehkan menceritakan kepada orang lain dan bila bermimpi yang tidak ia sukai, maka janganlah menceritakannya kepada orang lain, bangunlah dari tempat tidur lalu shalatlah (untuk memohon perlindungan kepada Allah) atau berinfak dengan niatan sebagai penolak bala`
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الرُّؤْيَا ثَلاَثَةٌ فَبُشْرَى مِنْ اللَّهِ وَحَدِيثُ النَّفْسِ وَتَخْوِيفٌ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ رُؤْيَا تُعْجِبُهُ فَلْيَقُصَّهَا إِنْ شَاءَ وَإِذَا رَأَى شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلاَ يَقُصَّهُ عَلَى أَحَدٍ وَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ
Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi r, beliau bersabda, “Ru’yah (mimpi) itu ada tiga jenis, kabar gembira (mimpi) dari Allah, kata hati (mimpi dari dalam diri orang yang bersangkutan) dan gangguan (mimpi) dari setan. Jika salah seorang kamu bermimpi yang menggembirakan, maka ia boleh menceritakan dan bila bermimpi sesuatu yang ia tidak sukai, maka janganlah ia menceritakan mimpi itu kepada orang lain, bangunlah dari tempat tidur lalu shalatlah (untuk memohon perlindungan kepada Allah)” (H.R. Muslim.
2. Menggosok muka dan mata dengan kedua tangan, untuk menghilangkan pengaruh dari tidur
3. Menggosok gigi, idealnya dengan siwak, sebagaimana yang disebutkan dalam Musnad Ahmad dan Sunan Abu Dawud. kemudian berwudhu,
4. Merapikan tempat tidur
Waktu-waktu Tidur.
ýRasulullah saw bersabda, Lakukanlah tidur di siang hari, karena setan tidak melakukannya.
ý Tidak disukai untuk tidur di pagi hari, dan di waktu Ashar dan Magrib dan antara Maghrib dan ‘Isya, karena biasanya dapat mengakibatkan terlewatnya shalat Magrib dan ‘Isya berjamaah.
ý Sayyidina ‘Ali lebih menyukai untuk tidak tidur setelah ‘Isya sebelum tengah malam.
Tips Bangun Malam
Kesampingkan sugesti bahwa bangun malam itu “sulit”
Berniat kuat untuk bangun malam
Perbanyak dzikir (terutama istighfar) sebelum tidur. Boleh jadi banyaknya dosa dan kealpaan diri menjadi factor sulitnya bangun malam
Kenali kebiasaan lamanya kita istirahat tidur dalam setiap harinya. Sehingga kita bisa memperkirakan kapan kita harus beranjak tidur agar dapat bangun dini hari
Sempatkan untuk sedikit tidur siang
Tidak tidur dalam keadaan kenyang
Aktifkan alarm
Tips Mudah tidur:
Mandi air hangat pada malam hari
Minum susu, sari buah, atau teh hijau
Hindari tidur dalam suasana lapar atau kekenyangan
Matikan/redupkan lampu dan jauhkan diri dari peralatan pemancar elektromagnetik yang masih menyala (TV, laptop, dsb)
Lakukan aktifitas ringan yang dapat memancing kantuk seperti : membaca
Jadikan ruangan tidur hanya untuk istirahat, bukan untuk menyelesaikan pekerjaan.
Langganan:
Postingan (Atom)