Laman

5/22/2009

NASEHAT NABI KEPADA ZUBAIR

Jangan sempitkan pemberianmu kepada manusia, agar Aku tridak menyempitkan pemberian-Ku kepadamu. Janganlah kalian menahan pemberian kepada orang lain, agar Aku tidak menahan pemberian kepadamu. Janganlah kalian timbun simpanannmu agar Aku tidak menyimpannya (tidak menahan pemberian-Ku kepadamu).

ubair adalah putra Al Awwam ayah dari Abdullah. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai hawari-e-Rasul, atau murid sang penyampai pesan Allah SWT. Keistimewaan sahabat Zubair adalah salah satu dari sepuluh orang sahabat yang dijanjikan masuk surga.
Keunggulan pribadinya tergambar dari apa yang dikatakan Umar bin Khattab atas Sosoknya. Umar menyebut Zubair sebagai salah satu pilar Islam. Selain sebagai sahabat yang paling pertama menganut Islam, Zubair memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW. Zubair merupakan sepupu Rasulullah SAW dari bibinya Safiyah yang juga salah satu puteri Abdul Mutthalib. Sementara Khadijah binti Khuwailid yang merupakan istri Rasulullah SAW adalah bibi Zubair, sehingga dalam hal ini Rasulullah SAW merupakan pamannya.

Kemudian Asma, putri Abu Bakar Siddiq dan kakak tertua Aisyah yang kemudian menjadi isteri Rasulullah SAW, merupakan isteri dari Zubair, sehingga ia merupakan saudara ipar Rasulullah SAW. Selain itu, secara silsilah keturunan, Zubair bin Awwam dan Rasulullah SAW berasal dari satu nenek moyang yaitu dari Qusai putra Kalab.

Kecintaan dan penghargaan Rasul terhadap Zubair luar biasa sekali, dan Rasulullah sangat membanggakannya. Rasul bersabda "Setiap Nabi mempunyai pembela dan pembelaku adalah Zubair bin "Awwam ... !"". Zubair bukan saja saudara sepupu Rasul tapi ia juga suami dari Asma binti Abu Bakar yang empunya dua puteri semata. Pengabdiannya yang Iuar biasa, kemurahannya yang tidak terkira dan pengorbanan diri dan hartanya untuk Allah. Ia adalah seorang berkuda yang termasyhur, dan pahlawan yang gagah perkasa. Di masa awal kekhalifahan Islam Zubair bin Awwam mendapat tugas khusus sebagai pencatat kekayaan Negara hasil pengumpulan zakat.
Keistimewaan Zubair yang lainnya adalah ia pernah mendapat nasehat khusus dari Rasul sebagaimana yang diriwayatkan berikut ini.

Alamat Suyuthi ra. telah meriwayatkan suatu kisah dari Zubair r.a bahwa secara khusus Rasulullah SAW. Telah menganjurkan Zubair agar bersedekah.
Zubair r.a berkata, “Pada suatu ketika saya datang kepada Rasulullah dan duduk di hadapan beliau. Kemudian sebagai perhatian dan peringatan Rasulullah SAW memegang ujung belakang surban saya.

Dan bersabda ”Wahai Zubair aku adalah utusan Allah SWT secara khusus, dan seluruh manusia secara umum (yakni masalah ini disampaikan secara khusus dari Allah SWT). Tahukah kamu apa yang difirmankan Allah SWT?. Maka saya menjawab “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu”.

Rasulullah bersabda ketika Allah SWT. bersemayam di Arsy-Nya, Allah SWT. memandang kepada hamba- hamba-Nya dengan pandangan kasih sayang, lalu berfirman, “ Wahai hamba- hamba-Ku, kalian adalah mahluk-Ku. dan Aku adalah Rabb kalian. Rizki kalian berada dalam genggaman-Ku. Janganlah kalian menyusahkan diri kalian mengenai masalah yang menjadi tanggungan-Ku. Mintalah rizki kepada-Ku. Setelah itu Rasulullah bersabda tahukah kalian apalagi yang difirmankan oleh Rabbmu?. Allah SWT berfirman wahai hamba-Ku, belanjakanlah hartamu untuk orang lain. Aku akan memberikan nafkah kepadamu. Jangan sempitkan pemberianmu kepada manusia, agar Aku tridak menyempitkan pemberian-Ku kepadamu. Janganlah kalian menahan pemberian kepada orang lain, agar Aku tidak menahan pemberian kepadamu. Janganlah kalian timbun simpanannmu agar Aku tidak menyimpannya (tidak menahan pemberian-Ku kepadamu). Pintu rizki terbuka dari atas langit ketujuh dan berahir di Arsy.

Pintu ini tidak trertutup pada malam dan siang hari. Melalui pintu tersebut Allah SWT selalu menurunkan rizky pada setiap orang. Setiap orang di beri rezeky menurut niatnya, pemberiannya, infaqnya, dan sedekahnya. Barang siapa banyak berinfaq, maka rezekinya akan diperbanyak. Sebaliknya barang siapa sedikit dalam berinfaq maka rezekinya akan dikurangi. Barang siapa yang berhemat dan menyimpan maka dilambatkan baginya (pemberian Allah SWT). Wahai Zubair makanlah sendiri dan berilah makan pada orang lain, dan janganlah menyimpannya, niscaya bagimu akan disimpan (pahalanya). Jangan menghitung -hitung agar pemberiuan-Nya kepadamu juga tidak dihitung- hitung. Janganlah menyempitkan orang lain agar kamu tak disempitkan. Janganlah menyusahkan (manusia), agar kamu tidak disusahkan. Wahai Zubair Allah SWT menyukai kemurahan dalam pemberian, bukan kebakhilan. Kedermawanan berasal dari keyakinan kepada Allah SWT, dan kebakhilan berasal dari keraguan kepada Allah SWT. Barang siapa sempurna keyakinannya kepada Allah SWT. Maka ia tak akan masuk neraka Jahanam. Barang siapa ada keraguan dalam keyakinannya kepada Allah SWT, maka ia tak akan masuk syurga.

Wahai Zubair Allah SWT menyukai kedermawanan walaupun hanya dengan sebiji kurma, dan Allah menyukai keberanian walaupun hanya membunuh ular atau kalajengking. Wahai Zubair Allah SWT mencintai kesabaran ketika terjadi gempa bumi (dan bencana lainnya). Dan ketika syahwat mulai timbul (dan angan -angan nafsu dari memenuhi angan- angannya). Berkenaan dengan agama, Allah SWT menyukai akal sempurna. Ketika ada keraguan. Dan Allah SWT menyukai ketaqwaan pada saat datangnya perkara yang buruk dan haram. Wahai Zubair hormatilah saudara saudaramu. Muliakanlah orang- orang shalih, hormatilah orang- orang yang baik, berbuat baiklah kepada tetangga tetanggamu, janganlah berjalan bersama orang orang yang fasik. Barang siapa memerhatikan semua ini maka ia akan masuk syurga tanpa adzab dan siksa. Ini adalah nasehat Allah SWT. Untukku, dan nasihatku untukmu”.

Zubair merupakan orang yang menginfakkan jiwa, raga, dan hartanya, untuk menegakkan kalimah Allah di muka bumi. Zubair memiliki seribu orang budak, dan selalu membayar pajaknya. Namun ia tidak pernah mengambil uang-uang tersebut melainkan menginfakkannya di jalan Allah SWT.

Sebelum syahid dalam perang Jamal Zubair bin Awwam berpesan kepada putranya agar melunasi utangnya yang tidak kurang 2.200.000 dirham setara dengan 60 milyar rupiah yang telah disedekahkan di jalan Allah. “Jika kamu mengalami kesulitan dalam membayar hutang- hutang itu, mintalah pertolongan kepada maulana (tuan/majikan) ayah”. Lalu siapa maulana (tuan/majikan) ayah itu?. Dengan tangan menunjuk ke atas beliau menjawab: “Allah”.

CERITA UMAR BIN KHOTOB YANG MEMBUAT ROSULULLOH TERTAWA DAN MENANGIS

Suatu ketika Rosululloh Saw berkumpul dengan para Sahabatnya, beliau bertanya kepada Para sahabatnya “Siapa diantara kalian yang bisa membuat aku tertawa “? Saya Ya rosul jawab Umar bin khotob. Kemudian Sahabat Umarpun memulai ceritanya.” Dahulu sebelum aku mengenal Islam ,aku pernah Membuat Patung berhala dari Manisan , sewaktu aku lapar aku memakan berhala tersebut mulai dari kepalanya, terus tangannya hingga habis tak tersisa.” Mendengar cerita Umar Rosululloh Saw Tertawa hingga kelihatan gigi grahamnya, Beliaupun bersabda” Dimana akal kalian waktu Itu ?” Umar Menjawab “Akal kami memang Jenius tapi waktu itu yang menciptakan alam menyesatkan kami”.

Lalu Rosululloh berkata kepada Umar” Ceritakan kepadaku Hal yang membuat aku menangis”? Umarpun memulai ceritanya ” Dahulu aku punya seorang anak perempuan, aku ajak anak tersebut kesuatu tempat, Tiba ditempat yang aku tuju aku mulai menggali sebuah lubang, setiap kali tanah yang aku gali mengenai bajuku ,maka anak perempuanku membersihkannya. Padahal dia tidak mengetahuinya seseungguhnya lubang yang aku gali adalah untuk menguburnya hidup-hidup untuk persembahan berhala. Setelah selesai menggali lubang aku kubur anak perempuanku hidup-hidup . Mendengar cerita itu Meneteslah air mata rosululloh Saw begitupun dengan Umar menyesali perbuatan Jahiliyyahnya sebelum dia mengenal Islam.

Begitulah sekelumit cerita Umar bin khotob sebelum dia Mengenal Nabi Muhammad SAW , Umar terkenal sangat sadis dan kejam kepada siapa saja, begitu mengenal Rosululloh SAW hatinya luluh dan menjadi orang yang sangat sabar dan tawadhu.

MIMPI DAN IRISAN ROTI

Tiga orang musafir menjadi sahabat dalam suatu perjalanan yang jauh dan melelahkan; mereka bergembira dan berduka bersama, mengumpulkan kekuatan dan tenaga bersama.

Setelah berhari-hari lamanya mereka menyadari bahwa yangmereka miliki tinggal sepotong roti dan seteguk air dikendi. Mereka pun bertengkar tentang siapa yang berhakmemakan dan meminum bekal tersebut. Karena tidak berhasilmencapai persesuaian pendapat, akhirnya mereka memutuskan untuk membagi saja makanan dan minuman itu menjadi tiga. Namun, tetap saja mereka tidak sepakat.

Malampun turun; salah seorang mengusulkan agar tidur saja. Kalau besok mereka bangun, orang yang telah mendapatkan mimpi yang paling menakjubkan akan menentukan apa yang harus dilakukan.

Pagi berikutnya, ketiga musafir itu bangun ketika matahari terbit.

"Inilah mimpiku," kata yang pertama. "Aku berada di tempat-tempat yang tidak bisa digambarkan, begitu indah dan tenang. Aku berjumpa dengan seorang bijaksana yang mengatakan kepadaku, "Kau berhak makan makanan itu, sebab kehidupan masa lampau dan masa depanmu berharga, dan pantas mendapat pujian."

"Aneh sekali," kata musafir kedua. "Sebab dalam mimpiku, aku jelas-jelas melihat segala masa lampau dan masa depanku. Dalam masa depanku, kulihat seorang lelaki maha tahu, berkata, "Kau berhak akan makanan itu lebih dari kawan-kawanmu, sebab kau lebih berpengetahuan dan lebih sabar. Kau harus cukup makan, sebab kau ditakdirkan untuk menjadi penuntun manusia."

Musafir ketiga berkata, "Dalam mimpiku aku tak melihat apapun, tak berkata apapun. Aku merasakan suatu kekuatan yang memaksaku bangun, mencari roti dan air itu, lalu memakannya di situ juga. Nah, itulah yang kukerjakan semalam."

Catatan

Kisah ini salah sebuah yang dianggap merupakan karangan Syah Mohammad Gwath Syatari, yang meninggal tahun 1563. Ia menulis risalah terkenal, Lima Permata, yang menggambarkan cara pencapaian taraf lebih tinggi manusia dalam terminology sihir dan tenaga gaib, yang didasarkan pada model-model kuno. Ia merupakan Guru yang telah melahirkan lebih dari empat belas Kaum dan sangat dihargai oleh Maharaja India, Humayun.

Meskipun ia dipuja-puja beberapa kalangan sebagai orang suci, beberapa tulisannya dianggap oleh golongan pendeta sebagai menyalahi aturan suci, dan oleh karenanya mereka menuntutnya agar dihukum. Ia akhirnya dibebaskan dari tuduhan murtad, karena hal-hal yang dikatakan dalam keadaan pikiran yang istimewa tidak bisa dinilai dengan ukuran pengetahuan biasa. Makamnya di Gwalior, yang merupakan tempat ziarah Sufi yang sangat penting.

Alur yang sama juga dipergunakan dalam kisah-kisah Kristen yang tersebar di kalangan pendeta pada abad pertengahan.

disadur dari media isnet

KETIKA AIR BERUBAH

Pada zaman dahulu, Kidir, Guru Musa, memberi peringatan kepada manusia. Pada hari tertentu, katanya, semua air didunia yang tidak disimpan secara khusus akan lenyap. Sebagai gantinya akan ada air baru, yang mengubah manusia menjadi gila.

Hanya seorang yang menangkap makna peringatan itu. Ia mengumpulkan air dan menyimpannya di tempat yang aman. Ditunggunya saat yang di sebut-sebut itu.

Pada hari yang dipastikan itu, sungai-sungai berhenti mengalir, sumur-sumur mengering. Melihat kejadian itu, orang yang menangkap makna peringatan itupun pergi ketempat penyimpanan dan meminum airnya.

Ketika dari tempat persembunyiannya itu ia menyaksikan air terjun kembali memuntahkan air, orang itu pun menggabungkan dirinya kembali dengan orang-orang lain. Ternyata mereka itu kini berpikir dan berbicara dengan cara sama sekali lain dari sebelumnya; mereka tidak ingat lagi apa yang pernah terjadi, juga tidak ingat sama sekali bahwa pernah mendapat peringatan. Ketika orang itu mencoba berbicara dengan mereka, ia menyadari bahwa ternyata mereka telah Menganggapnya gila. Terhadapnya, mereka menunjukkan rasa benci atau kasihan, bukan pengertian.

Mula-mula orang itu tidak mau minum air yang baru; setiaphari ia pergi ke tempat persembunyiannya, minum airsimpanannya. Tetapi, akhirnya ia memutuskan untuk meminumsaja air baru itu; ia tidak tahan lagi menderita kesunyianhidup; tindakan dan pikirannya sama sekali berbeda denganorang-orang lain. Ia meminum air baru itu, dan menjadiseperti yang lain-lain. Ia pun sama sekali melupakan airsimpanannya, dan rekan rekannya mulai menganggapnya sebagaiorang yang baru saja waras dari sakit gila.

Catatan

Orang yang dianggap menciptakan kisah ini, Dhun-Nun, seorangMesir (meninggal tahun 860), selalu dihubung-hubungkandengan suatu bentuk Perserikatan Rahasia. Ia adalah tokohpaling awal dalam sejarah Kaum Darwis Malamati, yang olehpara ahli Barat sering dianggap memiliki persamaan yang eratdengan keahlian anggota Persekutuan Rahasia. Konon, Dhun-Nun berhasil menemukan arti hieroglip Firaun.

Versi ini dikisahkan oleh Sayid Sabir Ali-Syah, seorang ulama Kaum Chishti, yang meninggal tahun 1818.

di sadur dari media isnet

MISSION IMPOSIBLE IN KONSTANTIN

”Janganlah kamu berfoya-foya dan menghambur-hamburkan uang negara, atau kamu pergunakan lebih dari sewajarnya. Sebab semua itu merupakan penyebab utama kehancuran.” (Sultan Muhammad Al Fatih)

Abu Qubail menuturkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, “Suatu ketika kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya, “Mana yang terkalahkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab, “Kota Heraklius-lah yang akan terkalahkan lebih dulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel.” [H.R. Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim]. “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].

Upaya pertama dilakukan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan pada tahun 668M, namun gagal dan salah satu sahabat Rasulullah SAW yaitu Abu Ayyub Al-Anshari ra. gugur. Generasi berikutnya, baik dari Bani Umayyah dan Bani Abbasiyyah hingga Turki Utsmani pada masa pemerintahan Murad II juga gagal menaklukkan Byzantium.

Selama 800 tahun kegagalan selalu terjadi, hingga putra Sultan Murad II yaitu Muhammad II naik tahta Turki Utsmani.

Sultan Muhamad II dikenal sebagai el-Fatih "sang Penakluk", Dia mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika dan menguasai 6 bahasa saat berumur 21 tahun. Seorang pemimpin muda legendaris yang dikenal jauh lebih hebat dari Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan Islam dalam perang Salib) dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz (pahlawan Islam dalam peperangan di Ain Jalut melawan tentara Mongol).

Semenjak kecil, Sultan Muhammad Al-Fatih telah meneliti dan meninjau usaha ayahnya melawan Costantinopel.

Bahkan Fatih muda terus mengkaji tentang usaha-usaha yang pernah dibuat sepanjang sejarah Islam ke arah itu, sehingga menimbulkan tekad yang kuat untuk meneruskan cita-cita ke arah itu. Ketika naik tahta pada tahun 855H / 1451M, beliau telah mula berfikir dan menyusun strategi agar tidak menemui kegagalan seperti pendahulunya.Ketika itu Konstantinopel berada dalam penguasaan sebuah kerajaan yang sangat tangguh dan hampir mustahil bagi kekuatan manapun untuk dapat menaklukan mereka, bahkan dapat dikatakan sebuah mission imposible.

Sultan Muhammad sadar betul akan hal itu sehingga tidak ada senjata yang lebih ampuh selain ketaqwaan untuk mengalahkan Romawi. Maka terlebih dahulu Sultan Muhammad membekali tentaranya dengan bekal taqwa, sebelum memberinya pedang, panah, meriam, dan yang lainnya. Ketika memimpin 265 ribu tentaranya Sultan Muhammad sendiri yang berada di garda terdepan lalu diikuti oleh para ulama, sesepuh dan para pemuka negara. Di bawah hujan api dan panah, berkat pertolongan Allah, dengan mantap pasukan Turki Usmani bergerak maju dan akhirnya berhasil membobol pagar Konstantinopel. Sejak itu sultan Muhammad II digelari dengan Al-Fatih (Sang Penakluk).

Gelar ini menjadi sangat terkenal dan mengalahkan nama aslinya di kemudian hari.

Sejak itu Konstantinopel menjadi ibu kota negara Turki Usmani dan oleh Sultan Muhammad II diubah namanya menjadi Islam Pol (Kota Islam), kemudian mengalami pergeseran ucapan sehingga menjadi Istambul. Sultan Muhmmad Al-Fatih menampakkan toleransi yang sangat tinggi kepada penduduk kota itu. Dia memberikan kemerdekaan kepada umat Nasrani dan menyuruh orang-orang Yunani yang lari saat pengepungan untuk kembali.

Sultan Muhammad II terkenal sebagai penguasa yang rendah hati. Selama menduduki satu kawasan, utamanya di Konstantinopel, misalnya, dia menjalankan praktik yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat saat menaklukkan wilayah musuh.

Sesuai ajaran Rasul, Dia pun memperlakukan orang-orang taklukan dengan baik. Tidak ada perlakuan semena-mena. Sejarah pun mencatat, Sultan Muhammad II adalah sultan pertama yang mengkodifikasikan hukum kriminal dan konstitusi jauh sebelum Sultan Sulaiman. Di samping itu, dia pula yang mengembangkan citra klasik kesultanan Usmaniyah yang otokrasi (padishah). Setelah kejatuhan Konstantinopel, dia mendirikan sejumlah universitas dan perguruan tinggi, yang beberapa di antaranya masih berdiri sampai sekarang.

Menjelang wafatnya pemimpin agung tersebut berpesan pada penerusnya, "Janganlah kamu berfoya-foya dan menghambur-hamburkan uang negara, atau mempergunakan lebih dari sewajarnya. Sebab semua itu pangkal utama kehancuran.”. ""Wahai penggantiku, tak lama lagi aku akan menghadap Allah. Namun aku sama sekali tidak khawatir, karena aku meninggalkan pengganti seperti kamu.

Jadilah engkau seorang pemimpin yang adil, shaleh, dan penebar kasih sayang. Rentangkan perlindunganmu terhadap seluruh rakyat, tanpa membeda-bedakan. Giatlah untuk menyebarkan Islam, mengingat menyebarkan Islam adalah kewajiban raja-raja di bumi. Kedepankan kepetingan agama atas kepentingan apa pun selainnya. Jangan pernah lemah dan lalai dalam menegakkan agama. Jangan pernah mengangkat orang-orang yang tidak mempedulikan agama sebagai pembantu-pembantumu.

Juga, jangan pula mengangkat orang-orang yang bergelimang dosa dan maksiat sebagai menteri-menterimu.

Hindari bid"ah-bid"ah yang merusak.
Pertahankan negeri melalui jalan jihad. Jagalah harta di Baitul Mal, jangan dihambur-hamburkan. Jangan sekali-kali mengambil harta rakyatmu kecuali sesuai dengan aturan Islam.

Himpunlah orang-orang yang lemah dan fakir. Berikan penghormatanmu kepada orang-orang yang berhak. Lalu, di ujung usianya, pahlawan legendaris itu berpesan: ""Pelajaran ini dariku aku datang ke negeri ini laksana semut kecil tapi Allah karuniakan nikmat kepadaku yang sedemikian besar. Berjalanlah seperti yang aku lakukan. Janganlah kamu berfoya-foya dan menghambur-hamburkan uang negara, atau kamu pergunakan lebih dari sewajarnya. Sebab semua itu merupakan penyebab utama kehancuran.""

Amir Bin Abdullah At-Tamimi

Amir Bin Abdullah At-Tamimi

Berkata Alqamah bin Muriid (ulama Nejd): “Zuhud berakhir pada 8 orang, yang paling utama diantara mereka adalah Amir bin AbduLLAH…”Ia dilahirkan pada masa khalifah Umar ra di kota Bashrah, yaitu kota yang menjadi pos penyerangan kaum muslimin terhadap orang-orang Persia, untuk menyebarkan dakwah dan meninggikan kalimatullah di bumi.

Amir bin Abdullah at Tamimi al Anbari rahimahuLLAH adalah seorang yang berbadan tegap, panjang janggutnya, wajahnya bercahaya (karena amat sangat banyak beribadah), suci akhlaqnya dan dibesarkan dari sejak kecil dalam ketaqwaan kepada ALLAH SWT.

Ketika ia berangkat dewasa, ia senantiasa ikut dalam peperangan yang dilakukan oleh para sahabat ra, kendatipun demikian ia tidak pernah bernafsu terhadap ghanimah (harta rampasan perang) berupa emas dan permata yang didapatkannya, ia sangat zuhud terhadap dunia dan berjihad semata-mata mengharap ridha ALLAH dan ia sangat memimpikan dapat terbunuh sebagai syahid.

Pemimpin Bashrah saat itu adalah seorang sahabat yang terkenal, Abu Musa al-Asy’ariy ra yang selalu memimpin langsung pertempuran-pertempuran kaum muslimin, maka Amir selalu mengikuti Abu Musa dan tak pernah jauh dari beliau. Setiap hari ia membagi waktunya menjadi 3 bagian: Mengajar Islam di mesjid Bashrah, berkhalwat (menyendiri) di malam hari untuk bersujud dan berjihad fi sabiliLLAH dengan pedangnya. Sehingga ia digelari: ‘Abidil Bashrah wa zaahidihaa… (Ahli Ibadah dan Ahli Zuhud dari Bashrah).

Pada setiap malam dalam peperangannya, saat para pasukan telah terlelap, ia selalu menyendiri shalat lalu dengan berlinangan airmata ia merintih: “ILAHI ENGKAU telah menciptakanku dengan ketentuan-MU… Dan telah KAU tempatkan aku dalam cobaan dunia ini… Lalu KAU katakan dalam firman-MU: Bersabarlah! Maka bagaimana aku dapat bersabar dari kelembutan-MU… ILAHI ENGKAU Maha Mengetahui, jika seluruh dunia ini ada yang memintanya dariku niscaya akan kuberikan seluruhnya… Duhai betapa aku cinta kepada-MU, maka mudahkanlah aku dari musibah yang menimpaku ini, relakan aku atas qadha’-MU, sungguh aku tak peduli dengan yang lain wahai Kekasih, selain cinta-MU pada-KU…”

Lalu ia terus shalat dan berdoa sampai Shubuh, lalu ketika hampir Shubuh ia berdoa lagi: “ILAHI, shubuh telah tiba, dan orang-orang telah mulai bangun untuk mencari rizqi-MU, dan tiap mereka berhajat kepada-MU… Adapun hajat Amir kepada-MU hanyalah ampunan-MU… Ya ALLAH, kabulkanlah hajatku dan hajat mereka… ILAHI hanya satu hajatku yang KAU tolak, yaitu agar KAU lepaskan rasa kantuk dariku siang dan malam selamanya, agar aku dapat beribadah kepada-MU sebagaimana cintaku kepada-MU…”

Ia adalah benar-benar bagaikan ‘Ubbadun bil Lail wa Fursanun bin Nahar… (Ahli Ibadah di malam hari karena banyaknya beribadah dan menangis dan penunggang kuda di siang hari sebab selalu terdepan di medan jihad). Ia selalu berpesan pada teman-temannya di medan jihad: “Aku minta pada kalian 3 permintaan dan jangan kalian tolak, pertama aku ingin menjadi pelayan kalian yang menyediakan semua kebutuhan kalian, kedua aku ingin terus menjadi mu’azzin kalian setiap waktu shalat, dan ketiga aku ingin menafkahi semua kebutuhan kalian dengan uangku semampuku.”

Ketika kaum muslimin berhasil mengalahkan kerajaan Persia maka berlimpahlah berbagai harta yang tak ternilai seperti mahkota-mahkota dan perhiasan dari emas dan berlian yang sangat indah dan mahal ke tangan kaum muslimin yang sangat miskin saat itu. Amir bin AbduLLAH adalah orang pertama yang berhasil membuka gudang penyimpanan harta Maharaja Persia, lalu dibawanya semua itu kepada panglimanya Qa’qa bin Amru sambil berkata: “Inilah semua simpanan kekayaan raja-raja Persia yang terbaik.” Maka Qa’qa memandangnya seakan tak percaya, maka kata Amir : “Demi ALLAH, semuanya ini tak berharga bagiku walaupun seujung kukuku ini.”

Walaupun ia adalah seorang mujahid yang selalu bertempur melawan berbagai pasukan kuffar, tetapi ia sangat pengasih dan penyantun. Pernah suatu ketika ia melihat seorang Ahlu Dzimmah (orang kafir yang tunduk pada peraturan negara Islam) yang dianiaya, maka ditamparnya orang yang menganiaya itu, sehingga iapun dikeroyok beramai-ramai dan dicekik lehernya, sambil terengah-engah menahan mereka ia berkata: “WALLAHI! Jangan sekali-kali berani mengusik Dzimmah ar-Rasul selama aku masih hidup…”

Sebagai seorang yang sangat zuhud ia senantiasa berpesan agar jangan sekali-kali mendekati pintu para penguasa, karena hal itu ia difitnah oleh para penjilat penguasa sehingga mengakibatkannya diusir oleh khalifah agar ia pindah ke Syam (sekarang Suriah dan Yordania). Sekalipun demikian ia tidak pernah marah, bahkan ia selalu berdoa: “ALLAHumma, siapapun yang telah mendustakan aku dan menyebabkan keluarnya aku dari kota ini dan memisahkanku dari sahabat-sahabatku telah kumaafkan. Maka berilah mereka ‘afiah (keselamatan) di dunia dan akhirat mereka, dan matikanlah kami dalam ampunan, rahmat dan ‘afwah-MU…”

Ia sering menangis tiba-tiba, sambil mengulang kata-katanya: “Aku takut akan menyesal, pada hari dimana tidak berguna lagi harta dan anak-anak, kecuali orang yang datang kepada ALLAH dengan hati yang selamat…”

Amir bin AbduLLAH at-Tamimi wafat di bumi kiblat pertama kaum muslimin Palestina. Ketika akan wafat ia berkata sambil berlinangan airmata: “Alangkah panjangnya jalan dan alangkah sedikitnya bekal…” Semoga ALLAH SWT merahmatinya, amiin…
Disarikan dari kitab : SUAR MIN HAYATI TABI’IN (DR AbduRRAHMAN Rif’at Basya)

‘Atha’ bin Abi Rabah

Berkata Imam al-Haramain : “Tidak kutemui orang yang paling alim diantara orang yang alim, kecuali 3 orang : ‘Atha, Thawus dan Mujahid..”

Kalau kita menerawang jauh ke empat belas abad yang lampau, maka akan nampak oleh kita sebuah majlis ta’lim di Makkah yang selalu dihadiri oleh ribuan orang, diantara mereka ada para sahabat-sahabat nabi SAW dan juga para tabi’in, sang penceramah adalah seorang tua yang sederhana namun kharismatik, dialah AbduLLAH bin Abbas ra (Ibnu Abbas) salah seorang diantara para tokoh ulama sahabat, dan dia pula yang didoakan oleh RasuluLLAH SAW dengan doanya yang khusus: “ALLAHUMMA FAQQIHHU FIDDIN WA ‘ALLIMHU TA’WIL” (Ya ALLAH dalamkanlah pengetahuannya dalam agama dan ajarilah ia ta’wil Qur’an…)

Ibnu Abbas ra memiliki seorang budak hitam yang kurus, demikian hitamnya kulit budak ini sehingga jika ia berdiri bagaikan seekor burung gagak hitam (ghurabil-aswad) yang menakutkan. Namun hitamnya kulit tidak membuatnya merasa rendah, karena Islam telah membebaskan manusia dari perbudakan manusia atas manusia menjadi perbudakan manusia hanya oleh dan untuk ALLAH SWT saja. Hanya Islam sajalah peradaban yang mampu menempatkan seorang budak hitam Afrika bernama Bilal al Habasyi, budak bangsa Persia Salman al Farisi, dan budak dari Rumawi Shuhaib bin Sinan ar Rumi sederajat dan bahkan lebih tinggi dari para pemuka Quraisy seperti Abu Sufyan bin Harb.

Selama hidupnya ‘Atha membagi waktunya untuk 2 hal : Pertama, khusus untuk Tuhannya dengan melakukan ibadah yang terbaik, terikhlas dan semurni-murninya; sehingga setiap malam ia sedikit sekali tidur karena melakukan qiyam, zikir dan doa. Kedua, untuk menuntut ilmu kepada para ulama, tercatat diantara nama guru-gurunya yaitu para shahabat besar seperti Ibnu Abbas ra, Ibnu Umar ra, Abu Hurairah ra, Ibnu Zubair ra, dll. Ia selalu berkata : “Orang sebelum kalian membenci omong-kosong, yaitu segala sesuatu selain al-Qur’an yang dibaca dan dipelajari, atau Hadits yang diriwayatkan dan diamalkan, atau amar ma’ruf dan nahi munkar, atau ilmu untuk mendekatkan diri kepada ALLAH, atau bekerja mencari nafkahmu. Bacalah oleh kalian kalau mau : Dan orang-orang yang menjauhi perkataan yang tidak bermanfaat (QS al-Mu’minun, 23:3).”

Dibandingkan dengan manusia lainnya, ‘Atha adalah termasuk manusia pilihan yang sangat jarang orang yang mampu berdisiplin sepertinya. Ia mendisiplin dirinya sehingga selama hidupnya tidak pernah sekalipun melakukan hal yang tidak bermanfaat sebagaimana yang dilakukan oleh pemuda-pemuda kebanyakan, dan selama hidupnya ia tidak pernah ngobrol dan bercanda. Pernah dalam suatu perjalanan ia melihat sebuah kota yang telah ditinggalkan penghuninya, lalu ia berfikir : Kapan kota ini didirikan? Kemudian ia menyesali diri karena memikirkan sesuatu yang tidak bermanfaat dan karenanya ia menghukum dirinya untuk berpuasa selang-sehari selama setahun penuh. Waktunya seumur hidupnya selalu dihabiskan untuk belajar, berfikir dan beribadah, ia sangat serius dalam hidupnya dan agar ia tidak terganggu maka selama 20 tahun ia hanya tinggal di dalam masjidil Haram.

Pernah suatu hari ia ditegur oleh orang-orang tentang keseriusannya yang dianggap berlebihan oleh mereka, maka ia menjawab : “Aku bersaksi bahwa aku sangat percaya pada adanya malaikat yang mulia lagi mencatat seluruh amalku, lalu tidak malukah jika nanti diumumkan di depan orang-orang di hari Kiamat nanti lalu banyak ditemukan hal-hal yang bukan ibadah kepada-NYA?!” Karena disiplin dan keseriusannya yang luar biasa dalam belajar inilah ia mencapai derajat tertinggi dikalangan para ulama, sehingga banyak orang yang mengambil manfaat dari keluasan ilmunya. Salah satu contohnya, Imam Abu Hanifah suatu kali pernah bercerita : “Aku pernah salah dalam 5 fiqh Manasik (Hajji) dan aku diingatkan oleh seorang tukang cukur! Yaitu ketika aku duduk untuk tahallul (bercukur setelah selesai hajji) aku bertanya pada tukang cukur itu berapa ongkos cukurnya? Maka ia menjawab bagi orang yang hajji tidak ditetapkan ongkos, maka aku merasa sangat malu dan berfikir siapa tukang cukur ini, lalu aku duduk, maka kata tukang cukur itu : Hendaklah anda menghadap qiblat, maka aku menjadi semakin malu, lalu aku langsung berikan kepalaku untuk dicukur, lalu ia berkata lagi : Hendaknya yang kanan dulu, lalu kuberikan yang sebelah kanan sambil terus berfikir, lalu ia berkata lagi : Perbanyaklah takbir! Maka akupun bertakbir lalu ketika selesai segera kusodorkan uang dan ingin terus berlalu, lau ia berkata lagi : Jangan lupa shalat 2 raka’at. Maka dengan penasaran kutanya darimana dia tahu tentang semua hukum fiqh tersebut? Maka jawabnya : Dulu aku pernah mencukur ‘Atha bin Abi Ribah dan kupelajari semua yang diperbuatnya ketika itu dan kuamalkan.”

Dan selama hidupnya tidak ada orang yang berani berfatwa di masjidil Haram karena hormat akan kedalaman dan keluasan ilmu agama yang dimilikinya, sehingga ia dijuluki SAYYIDUL FUQAHA AL HIJAZ (Pemimpin para ahli Fiqh di Makkah dan Madinah…) Semua orang sangat hormat pada dirinya bahkan ia lebih dihormati dari Khalifah sendiri, kendatipun demikian ‘Atha adalah seorang yang sangat tawadhu’ (rendah hati) dan ia sangat membenci kesombongan dan orang yang sombong, selama hidupnya ia hanya memakai pakaian yang termurah (5 dirham saja). Pernah suatu hari Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik datang dan melakukan hajji dan ketika Thawaf di Baitul Haram orang-orang berusaha minggir menghormatinya, maka ‘Atha marah dan berkata : DA’HU YATA’ALLAMA BI MAWQIF ALLADZI TAQTULU KIBRIYA’UHU! (Biarkan ia disakiti dengan kondisi yang dapat membunuh kesombongannya…)

Maka setelah itu khalifah memanggilnya untuk bertanya tentang beberapa hukum agama, maka ia berkata kepada utusan khalifah tersebut : AL ‘ILMU YU’TA ‘ALAIHI WALAM YA’TI! (Ilmu itu didatangi dan bukan mendatangi…), maka khalifahpun datang kepadanya dan meminta nasihat, maka kata ‘Atha : “Takutlah pada ALLAH wahai Amirul Mu’minin, ingatlah bahwa engkau diciptakan sendiri, dilahirkan sendiri, dimatikan sendiri, dibangkitkan sendiri dan akan dihisab sendiri pula, maka tak ada yang dapat membantumu untuk dunia dan akhiratmu kecuali ALLAH SWT.” Maka khalifah menangis mendengar taushiyyah (nasihat) tersebut dan memberinya hadiah dari emas dan perak, tapi ditolak dengan halus oleh ‘Atha sambil berkata : “Katakanlah : Kami tidak menginginkan balasan dari kalian dan tidak pula ucapan terimakasih, karena sesungguhnya kami takut akan suatu hari dimana manusia saat itu gelap wajah-wajahnya (ayat)..”

Ketika wafatnya, ribuan orang menshalatkan sampai-sampai di masjidil Haram dilaksanakan shalat janazah berkali-kali karena banyaknya yang ingin menshalatkan. Dan ketika mereka mengangkat jenazahnya, maka mereka semua terheran-heran karena mayatnya sangat ringan seperti bulu, sebab tidak sedikitpun membawa keduniaan serta dipenuhi oleh berbagai bekal untuk akhirat yang banyak…